Info Terbaru
Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts
10:05 AM
Lirik Lagu Sunda Ayang Ayanggung
Sobat Media - Pada jaman dulu anak-anak di tatar pasundan banyak mempelajari lagu-lagu saat bermain.
Diantaranya yaitu lagu ayang-ayanggung yang biasa dinyanyikan saat mereka berkumpul di halaman.
Lagu ini merupakan sebuah cerita tentang seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan hidup.
Untuk lebih jelasnya mari kita simak dan resapi lagunya
Lirik Lagu Ayang-Ayanggung
Ayang-ayanggung
Gung goongna rame
Menak Ki Mas Tanu
Nujadi wadana
Naha maneh kitu
Tukang olo-olo
Loba anu giruk
Ruket jeung kumpeni
Niat jadi pangkat
Katon kagorengan
Ngantos kanjeng dalem
Lempa lempi lempong
Jalan ka batawi ngemplong
Adu pipi jeung nu ompong
Itulah lirik lagu ayang-ayanggung yang merupakan lagu tradisional masyarakat jawa barat.
Tapi sayangnya saat ini tidak banyak yang mengetahui tentang lagu tersebut.
Jika ada kesempatan saya akan membagikan lagu ini dalam bentuk video.
Oke sobat sekian dulu yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat, sampai jumpa dilain kesempatan
Diantaranya yaitu lagu ayang-ayanggung yang biasa dinyanyikan saat mereka berkumpul di halaman.
Lagu ini merupakan sebuah cerita tentang seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan hidup.
Untuk lebih jelasnya mari kita simak dan resapi lagunya
Lirik Lagu Ayang-Ayanggung
Ayang-ayanggung
Gung goongna rame
Menak Ki Mas Tanu
Nujadi wadana
Naha maneh kitu
Tukang olo-olo
Loba anu giruk
Ruket jeung kumpeni
Niat jadi pangkat
Katon kagorengan
Ngantos kanjeng dalem
Lempa lempi lempong
Jalan ka batawi ngemplong
Adu pipi jeung nu ompong
Itulah lirik lagu ayang-ayanggung yang merupakan lagu tradisional masyarakat jawa barat.
Tapi sayangnya saat ini tidak banyak yang mengetahui tentang lagu tersebut.
Jika ada kesempatan saya akan membagikan lagu ini dalam bentuk video.
Oke sobat sekian dulu yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat, sampai jumpa dilain kesempatan
11:22 PM
Kebudayaan Yang Hampir Punah
Sobat Media – kemajuan
jaman dan teknologi pada saat sekarang, sangat berimbas terhadapp budaya dan
kearifan lokal yang ada di Indonesia.
Budaya dari luar negeri baik yang
berdampak positif maupun yang berakibat negative, dengan sangat mudahnya bisa
masuk dan mengambil alih kepribadian warganya.
Kebudayaan tradisional yang
terbentu sejak nenek moyang kita seolah tergerus dengan kemajuan jaman dan
perkembangan teknologi. Sudah sangat banyak kebudayaan asli Indonesia yang memiliki
nilai-nilai luhur akhirnya hilang terbawa arus globalisasi.
Tapi kita masih harus bersyukur
karena masih ada aktifis-aktifis penyelamat kebudayaan asli Indonesia, terbukti
masih banyaknya tempat-tempat pelestarian budaya seperti sanggar budaya serta penyelenggaraan
pentas kebudayaan tradisional.
Dalam hal permainan anak-anakpun
banyak yang tidak mengenal permainan tradisional asli Indonesia. Mereka lebih
mengenal playstation dan yang sejenisnya.
Sobat media berikut ini ada
beberapa kebudayaan tradisional yang hampir punah
Permainan Congklak
Permainan tradisional lainnya
adalah congklak atau dakon dimainkan oleh anak perempuan. Permainan ini
biasanya dimainkan oleh 2 orang saja.
Bahan congklak terbuat dari kayu atau
plastik, terdiri dari 7 lubang yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di
setiap sudutnya.
Isi congklak disebut biji congklak. bisa diisi dengan
biji-bijian, kelereng kecil, atau benda yang berbentuk butiran kecil dan bisa
dipegang oleh kepalan tangan kita.
Permainan Gasing Kayu
Permainan gasing kayu atau orang
sunda bilangnya permanian ‘panggal’ adalah permainan tradisional asli
Indonesia.
Gasing kayu dibuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa secara
bulat simetris sehingga ketika dimainkan akan berputar secara seimbang dan
tidak mudah terhenti karena tergelincir.
Cara memainkannya adalah dengan
dililit dengan seutas tali pendek kemudian dilemparkan ke tanah sehingga akan
berputar dengan kecepatan tinggi atau sesuai dengan kekuatan ketika
dilemparkan.
Permainan Lompat Tali
Permainan lompat tali merupakan
permainan yang bisa dilakukan oleh seorang diri ataupun rombongan.
Seutas tali
yang di rentangkan oleh dua orang dan diputarkan dan sebagian orang melompati
tali tersebut.
Permainan ini sangat popular di masa yang lalu meskipun sekarang
banyak anak yang tidak tahu.
Tapi dikalangan para atlit permainan ini masih
sering dilakukan untuk melatih fisik dan stamina.
Permainan Engklek
Melompati kotak-kotak yang
digambar di lantai atau tanah dan di lakukan oleh 2 orang atau lebih, dengan cara
bergiliran. Engklek dapat kita jumpai di berbagai wilayah di Indonesia, seperti
di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.
Sistem permainannya juga
sederhana, pada awalnya para pemain menggambarkan petak-petak engklek atau
rumah engklek di atas tanah.
Kemudian para pemain diwajibkan memiliki “imat
atau gacuk”. Adapun imat atau gacuk itu adalah pecahan genting ataupun keramik
yang bentuknya lepes ataupun bisa dari batu tipis yang permukaannya melebar
agar saat dilemparkan dan mendarat pada kotak-kotak tidak mudah tergelincir
keluar.
Sobat Media itu dulu yang
bisa disampaikan, sampai jumpa dilain kesempatan.
Labels:
budaya
9:04 PM
Sobat media sekian dulu yang bisa saya sampaikan
sampai jumpa dilain kesempatan
Kampung Urug Ikon WIsata Budaya
Sobat Media - Sektor
pariwisata tidak hanya terfokus pada keindahan alam saja. Tapi yang jadi salah
satu daya tarik wisatawan adalah kayanya akan nilai budaya tradisional.
Salah satunya yaitu Budaya
tradisional di kampung urug yang tiak hanya terkenal di kalangan domestik, tapi
sudah terkenal sampai manca Negara.
Hal ini terbukti dengan banyaknya wisatawan
yang dating berkunjung ke kampung urug.
Kampung urug Kampung adat Urug berlokasi
di Desa Urug Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat. Jarak
tempuh dari Cibinong sekitar 42 km, arahnya menuju Wilayah Barat pada pertigaan
Kecamatan Cigudeg. Arah Barat Daya menuju Kecamatan Sukajaya ±15 km dan dari
Kecamatan ini ditempuh lagi jarak ±9 km untuk menuju lokasi tersebut.
Kondisi
alam yang asri dan masih terjaga dengan latar Gunung Manapa menambah
pemandangan eksotis yang menyejukkan. Sudah banyak pelajar bahkan peneliti yang mengamati lebih dalam tentang keunikan
kampung adat Urug yang diakui sebagai warisan budaya kerajaan Siliwangi.
Urug bukan terucap nama dengan
begitu saja, dibalik kata itu tersembunyi kata “ GURU “ ; menurut pikukuh adat
kepercayaan Kampung Urug, sudah berdiri sejak 450 tahun yang lalu, adanya sebuah
mandala urug dengan masyarakatnya yang berpegang teguh kepada adat istiadat
akan memegang suatu keteladanan kesundaan.
Kata Urug dijadikan nama kampung,
karena menurut mereka berasal dari kata “Guru”, yakni dengan mengubah cara
membaca yang biasanya dari kiri sekarang dibaca dari sebelah kanan. Kata “Guru”
berdasarkan etimologi rakyat atau kirata basa adalah akronim dari digugu
ditiru. Jadi seorang guru haruslah “digugu dan “ditiru”, artinya dipatuhi dan
diteladani segala pengajaran dan petuahnya.
Menurut cerita Kampung Urug
sejaman dengan masa pemerintahan Prabu Nilakendra ( 1551 – 1569 M ) beliau
seorang raja alim dan bijaksana dan banyak mengabdi pada hal – hal kegaiban,
konon sisa – sisa pengabdiannya diantaranya patilasan raja masih ada di Kampung
Urug, umumnya patilasan disebut Kabuyutan atau mandala yaitu suatu tempat yang
jauh dari keramaian yang dijadikan tempat berkhalwat atau memuja sang maha
pencipta adalah mungkin hal ihwal mula adanya mandala urug dimulai dari Gedong
Ageung.
Menurut data yang ada Kampung
Adat Urug mempunyai tingkat kunjungan wisata rata – rata 80 – 100 orang setiap
bulan dan jika pada hari – hri besar bisa mencapai 600 – 800 orang per hari.
Sebagai perkampungan yang masih
menjaga warisan Kerajaan Sunda, beragam sendi kehidupan di Kampung Urug diatur
secara detail oleh adat.
Tata cara menyimpan dan mengambil padi hanya secuil
dari banyak aturan adat yang mereka miliki.
Aturan adat tersebut berlaku pula
dalam tata cara bertani, berkebun, berternak, mendirikan bangunan, sampai
pergaulan antar penghuni Tak ada yang lepas dari aturan turun-temurun buatan
nenek dan kakek moyang ini.
Labels:
budaya
8:48 PM
Jenis Batik Menurut Motifnya
Sobat Media – Setelah kita
mengenal batik menurut cara pembuatannya kali ini kita akan membahas mengenai
jenis batik menurut motifnya.
Pada kenyataannya jenis motif
bati yang ada di Indonesia sangatlah banyak. Pulau Jawa merupakan salah satu
penghasil batik terpopuler di Indonesia.
Setiap motif batik memiliki ciri
tersendiri dan merupakan bagian yang unik, yang tidak dimiliki oleh motif batik
yang lain.
Untuk mengelompokkan batik
menurut motifnya diantaranya sebagai berikut
BATIK KERATON
Motif batik ini biasanya dibuat
oleh orang-orang dilingkungan keratin, dan memiliki arti dan simbol-simbol kehidupan
dan merupakan mengandung filosofi yang tinggi serta sacral.
Hal ini menjadikan batik keraton
biasanya hanya dipakai oleh kalangan tertentu dari keluarga keraton itu sendiri
Pada dasarnya motifnya terlarang
untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik
Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.
BATIK KAWUNG
Secara sepintas batik ini sangat
cocok dengan namanya yaitu batik kawung. Kawung atau aren yang bijinya
kecil-kecil atau biasa juga disebut kolang-kaling sangat
Nampak pada motif
batik ini. Meskipun pada kenyataannya banyak jenis batik kawung yang ada.
Biasanya motif-motif Kawung
diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam
suatu motif tertentu.
Kawung Picis adalah motif kawung
yang tersusun oleh bentuk bulatan yang kecil. Picis adalah mata uang senilai
sepuluh sen yang bentuknya kecil.
Kawung Bribil adalah motif-motif
kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih besar daripada kawung Picis.
Hal
ini sesuai dengan nama bribil, mata uang yang bentuknya lebih besar daripada
picis dan bernilai setengah sen.
Kawung yang bentuknya
bulat-lonjong lebih besar daripada Kawung Bribil disebut Kawung Sen.
BATIK SEKAR JAGAD
Sesuai dengan namanya sekar jaga
atau bunga dunia, motif batik ini melambangkan kecantikan atau keindahan,
setiap mata yang memandang merasa terpesona dengan keindahan batik ini.
Motif ini adalah salah satu motif
yang sangat khas di Indonesia.
Batik jenis ini berasal dari Jawa, lebih
tepatnya Yogyakarta
Ada juga yang menafsirkan bahwa
motif yang berbentuk seperti pulau-pulau ini maksudnya adalah sesuai namanya,
yaitu sekar jagad. Dalam bahasa Jawa, “kar jagad” memiliki arti peta dunia
BATIK CUWIRI
Batik cuwiri terbuat dari bahan
pewarna alami dari kulit tumbuh-tumbuhan yang disebut soga alam.
Kata cuwiri berarti kecil-kecil,
menggambarkan motif batik yang memang berukuran kecil dan detail.
Biasanya
batik ini digunakan untuk semekan dan kemben. Filosofi lain dari batik cuwiri
ini adalah harapan yang tinggi bagi pemakai batik ini meskipun orang kecil tapi
cukup pantas untuk disegani dan dihormati.
Batik cuwiri biasa juga dipakai
pada acara-acara adat masyarakat Jawa. Meskipun bisa dipakai untuk keseharian
tapi motif ini tidak akan hilang unsur sakralnya bagi orang yang paham tetang
batik.
BATIK SUDAGARAN
Aneka motif batik yang awalnya
hanya diperuntukkan bagi kalangan keraton akhirnya mulai diadopsi oleh para
saudagar dan seniman jalanan. Sehingga motif batik yang sudah divariasikan
tersebut bisa digunakan oleh masyarakat.
Kreativitas para seniman dalam
menambahkan aksen-aksen pada batik keraton mampu menciptakan motif baru yang
sangat indah.
Penggunaan aneka ornamen seperti gambar binatang dan suasana alam
pun menjadi lebih bebas dan menarik.
Jenis batik ini sangat popular dikalangan
para pengusaha karena identic dengan namanya yaitu batik sudagaran, atau dalam
arti singkatnya batik untuk para pedagang atau pengusaha.
BATIK PRINGGONDANI
Layaknya satria pringgondani
yaitu Gatotkaca, jenis batik ini pada awalnya diperuntukkan untuk para ksatria
atau para pejabat.
Filosofi yang terkandung
merupakan simbol dari kewibawaan dan kegagahan.
Selama tidak melanggar
norma-norma kehidupan maka pemngguna batik ini sangat layak untuk dihormati.
Sobat media, sebenarnya masih
banyak jenis batik menurut motifnya, tapi kita kita bahas hanya sebagian saja. Untuk
jenis yang lainnya akan kita lanjutkan dilain kesempatan.
Labels:
budaya
8:55 PM
Batik Berdasarkan Teknik Pembuatan
Sobat Media – Kain batik
begitu popular dikalangan masyarakan Indonesia. Batik merupakan kebudayaan
Indonesia yang sudah mendunia, terbukti dengan pasar kain batik tidak hanya
tembus dipasaran local tapi juga banyak tersedia di pasaran internasional. Sudah
banyak produsen kain batik yang mengekspor produknya ke berbagai Negara di
belahan dunia.
Pada dasarnya masyarakat hanya
mengenal istilak bati itu sendiri dan mereka tidak banyak tahu jenis batik yang
sangat beragam dari mulai jenis batik berdasarkan teknik pembuatan, jenis batik
berdasarkan motif dan jeins batik berdasarkan daerah asal.
Pada kesempatan ini kita akan
membahas mengenai jenis batik berdasarkan teknik pembuatannya.
Kain batik dengan berbagai motif
dan daerah asalnya tidak lepas dari teknik pembuatan yang beragam dari mulai
dengan cara pembuatan tradisional dengan kapasitas yang terbatas jumlahnya
serta dengan harga yang tinggi, sampai pembuatan dengan teknologi modern dengan
kapasitas jumlah yang dihasilkan dengan jumlah banyak dan dengan harga yang
cukup terjangkau.
Melalui teknik pembuatannya
sangat mempengaruhi harga jualnya, biasanya pembuatan batik dengan teknik
tradisional akan sedikit lebih tinggi dari batik pabrikan.
Jenis batik berdasarkan teknik
pembuatannya terdiri dari tiga jenis yaitu
BATIK TULIS
Batik tulis merupakan jenis batik
yang pertama kali ada di Indonesia. Teknik pembuatan batik tulis memang memakan
waktu lama dibandingkan teknik lainnya. Bahkan ada motif batik yang pengerjaannya
sampai berbulan-bulan.
Proses pembuatan batik yang satu
ini membutuhkan perlengkapan berupa canting (alat khusus membatik), lilin cair,
dan tungku pemanas
Proses pembuatan batik tulis
dengan menggunakan bahan lilin cair yang berkualitas tinggi akan menghasilkan
cetakan batik yang bagus dan Nampak jelas di kedua sisi kain.
Karena melalui proses dengan
kesulitan yang cukup tinggi, batik tulis biasanya dipatok dengan harga yang
cukup tinggi. Tapi bagi para pecinta batik tentu saja tidak terpengaruh karena
dengan biaya yang dikeluarkan akan sebaning dengan kualitas yang dudapatkan.
Bahan kain yang digunakan untuk
jenis batik tulis adalah kain katun atau kain kapas, kain mori dan kain sutera.
BATIK CETAK / BATIK CAP
Proses pembuatan bati cap tidak
sesulit pembuatan batik tulis karena tidak ditulis garis demi garis tapi hanya
cap dengan berbagai motif yang berbeda di cetakkan pada bahan dasar kain dengan
teknik cetakan yang bersambung.
Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan batik
cap antara lain kain polos, alat cap, lilin cair, dan pemanas.
Setiap alat cap memiliki pola
yang akan membentuk motif khusus. Sehingga pengerjaan batik cap akan
menghasilkan pola tertentu yang sifatnya berulang.
Pola motif pada batik cap
lebih renggang dan ukurannya lebih besar dibandingkan dengan batik tulis. Jenis
kain yang kerap digunakan untuk membuat batik cap antara lain kain mori dan
kain sutra.
Meskipun pembuatan masih secara
manual tapi batik cap harganya sudah dibawah batik tulis karena tingkat
kesulitan pebuatannya pun sudah cukup mudah dan bisa menghasilkan dengan jumlah
banyak
BATIK PRINTING /
PABRIKAN
Dari jenis bati pendahulunya
jenis batik printing merupakan batik dengan harga yang sangat terjangkau. Pembuatannya
dengan menggunakan mesin dan bisa menghasilkan dengan jumlah yang sangat
banyak.
Batik printing kualitasnya
tergantung dari jenis bahan dan tinta yang digunakan. Dengan kualitas tinta yang
rendah akan menghasilkan cetakan yang tidak sempurna meskipun dibuat pada kain
yang kualitas bagus.
Kendati harganya relatif murah,
motif batik printing biasanya lebih detail karena hanya mencontoh motif-motif
batik yang sudah ada
Sobat Media, selain dari teknik
pembuatannya kualitas batik tidak terlepas dari bahan kain yang digunakan. Semakin
baik bahan kain yang digunakan maka akan semakin mahal harga jualnya
Sekian yang bisa disampaikan,
sampai jumpa dilain keempatan.
Labels:
budaya
7:44 PM
Sobat Media sekian dulu ulasan mengenai awal keberadaan keris dikalangan masyarakat Indonesia, sampai jumpa dilain kesempatan
Mengenal Awal Keberadaan Keris
Sobat Media
– Pada awal mula keberadaannya keris merupakan sebuah senjata tradisional yang
berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun pada kenyataannya ada banyak
juga keris yang berasal dari daerah lain seperti Jawa Barat dan luar jawa sekalipun.
Selain sebagai
senjata tradisional, keris merupakan symbol kebanggaan dan derajat dari sang
pemiliknya.
Bisa dilihat dari jenis bahan dan penampilannya sudah bisa tergambarkan
seperti apa tingkatan sosial dari pemiliknya.
Keris yang dimiliki oleh orang
kalangan sosial menengah ke bawah biasanya dibuat dengan tampilan yang
sederhana, tapi bagi masyarakat kalangan menengah ke atas atau para bangsawan
akan tampak penampilan keris yang mewah bertahtakan emas dan berlian atau
bahannya juga terbuat dari bahan pilihan.
Keris adalah sebuah
benda yang menjadi kebanggaan masyarakat jaman dulu dan pada umumnya menjadi
keharusan untuk dimiliki oleh para pejabat, baik raja, keluarga kerajaan atau
bangsawan, orang-orang kaya, para senopati. Dan dikalangan masyarakat biasapun
banyak kaum laki-laki yang memiliki keris terutama bagi mereka yang memiliki
ilmu bela diri dan orang-orang yang memiliki dan memahami ilmu spiritual
kejawen.
Selain dari unsur
kebanggaan dan menggambarkan derajat sosial pemiliknya, keris memiliki hal-hal
lain yang menarik minat pemiliknya. Ada banyak keris yang dimiliki bukan
diperuntukan sebagai senjata, tapi yang diharapkan adalah tuahnya atau kegunaan
dalam sisi spiritual atau daya magis yang terkandung di dalamnya.
Ada banyak keris yang
dipercaya memiliki daya magis yang tinggi, dan kegunaan yang bermacam-macam
tergantung tujuan dari sang empu atau pembuat keris tersebut.
Biasanya sang empu
membuata keris berdasarkan pesanan yang tergambar jelas peruntukannya.
Ada orang yang
memesan keris dengan tujuan untuk senjata yang ampuh dan mematikan. Tentu saja
sang empu dengan segala kemampuannya membuat keris yang tangguh dan dibekali
dengan kekuatan magis yang tinggi dalam hal ilmu kanuragan.
Ada pula orang yang
memesan keris dengan tujuan lain, maka tuahnya pun akan lain bisa sebagai
pendongkrak kewibawaan, pengasihan, bahkan pengobatan berbagai penyakit.
Selain dari itu
karakter keris yang dibuat di daerah yang satu dengan yang lain tentunya akan
berbeda baik bentuk maupun daya kekuatan magis yang terkandung.
Keris yang dibuat
oleh empu yang berasal dari Jawa Timur kemampuan nya akan berbeda dengan yang
dibuat di Jawa Tengah, karena pada Jamannya keris kebanyakan digunakan sebagai
senjata yang bisa mengalahkan lawan dengan berbagai jenis keilmuannya, sehingga
kemampuan daya magis yang di miliki oleh keris sudah pasti berbeda baik dari
sisi kekuatannya maupun tingkatannya.
Sobat Media sekian dulu ulasan mengenai awal keberadaan keris dikalangan masyarakat Indonesia, sampai jumpa dilain kesempatan
Labels:
budaya




















